((M-A-G-A-N-G))

Januari lalu, saya melakukan praktik kerja lapangan atau biasa disebut magang. Sebagai mahasiswa jurusan Kimia yang (saat itu) tertarik di bidang lingkungan, saya memilih melakukan magang di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali. Bukan pilihan utama, sejatinya pengelolaan limbah B3 di salah satu perusahaan-lah yang saya incar. Hanya saja, terbentur ini itu yang menyebabkan saya harus… Continue reading ((M-A-G-A-N-G))

Yarn

Kemajuan ilmu dan teknologi semakin pesat. Manusia tak habis kreativitasnya dalam membuat segala sesuatu menjadi semakin mudah. Penemuan dan pengembangan ide diaplikasikan menjadi suatu piranti yang mumpuni. Salah satunya benang –yarn. Bukan sembarang jenis benang, benang ini merupakan pengembangan dari carbon nanotube (CNT), karbon yang berukuran nano berbentuk silinder berongga. Nanopartikel memang sedang menjadi primadona… Continue reading Yarn

Jatuh (hati), lagi

  Rutinitasku sebagai mahasiswa hanyalah sebatas kamar kos dan kampus. Organisasi yang ku gadang-gadang akan selalu membersamai tiap langkahku nyatanya kutinggalkan atas alasan klise. Alhasil aku terjerembab di dunia si kupu-kupu alias kuliah-pulang-kuliah-pulang. Demi menjaga kewarasan jiwa akibat tekanan hidup yang tak layak kujelaskan, aku memiliki hobi baru yaitu menonton drama korea. Enam bulan sudah… Continue reading Jatuh (hati), lagi

Kamu, yang…

Kamu, yang kataku sesosok sahabat, kala itu. Entah harus apa dan bagaimana. Hanya terima kasih yang mampu kurangkai, karena telah menjalani waktu bersamaku. Tak lama memang, tapi setidaknya aku dan kamu memiliki kenangan yang sama meski berbeda sudut pandang. Dan.. maaf atas ketidakbecusanku menjagamu sebagai sahabat. Kini, kurasa kamu telah bahagia dengan hidupmu tanpaku, setidaknya… Continue reading Kamu, yang…

Cintalah sewajarnya dan bencilah sewajarnya. Takkan ada yang tahu mana yang akan lebih mengecewakanmu nantinya. Masa kini adalah manifestasi masa lalu. Bagaimana sekarang adalah bagaimana masa lalu terlewati. Apa yang aku perbuat, apa yang orang lain perbuat, dan apa yang telah diwariskan dari leluhurku, bersatu padu menciptakan aku yang baru. Aku sekarang. Bukan tak ingin… Continue reading

Mie Goreng

Untukmu, dari manusia yang merindu dan masih menekan nomormu berulang-ulang meski tanpa jawaban. Pagi lalu, aku memasak mie instan goreng bukan kesukaanku. Indomie favoritku terlalu mahal dengan porsi yang terlalu sedikit bagi anak kos yang luntang-lantung di akhir bulan ini. Sarimi isi dua-lah menjadi andalan cerdas pengganjal perut dan pengganjal dompet. Kusobek bungkusnya dan kudapati… Continue reading Mie Goreng