KKN Bugelan?! : MANTAP JIWA

 

Tahun ini, saya berkesempatan menapaki sebuah desa di ujung Jawa Tengah bernama Bugelan. Desa Bugelan terletak di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Desa ini berbatasan langsung dengan Pacitan dan Ponorogo. Bahkan untuk mencapai dua kota Jawa Timur tersebut relatif lebih cepat dibandingkan menuju pusat Kota Wonogiri.

desabugelan

Selama dua bulan menetap di Bugelan, saya tak sendiri. Dua puluh sembilan rekan mahasiswa menemani saya liburan semester dan lebaran di tanah orang ini, dalam rangka Kuliah Kerja Nyata. Tawa canda suka duka telah kami lewati. Cinta lokasi, tikungan menikung, dan gerakan bawah tanah telah dan sedang kami jalani.

Day 0 : keberangkatan menuju bugelan

A post shared by KKN-PPM UGM 2017 Desa Bugelan (@kknbugelan) on

Salam KKN UGM 17T-JTG101 edisi halal bi halal di tanah rantau #OTS7HALALBIHALAL

A post shared by KKN-PPM UGM 2017 Desa Bugelan (@kknbugelan) on

Cuaca yang dingin tidak menyurutkan niat kami untuk mengabdi. Kehangatan sambutan masyarakat desa membuat dingin itu tak berasa lagi. Walau terkadang angin pagi membuat kami menarik selimut tinggi-tinggi, pemandangan alam yang telah dikaruniakan Tuhan meluluhkan kami untuk menikmati.

Keindahan Curug Muncar di Desa Bugelan

A post shared by KKN-PPM UGM 2017 Desa Bugelan (@kknbugelan) on

Sunrise gunung besek @muh_syaifudin719 📷 :@ermansatyaaa Lokasi: Gunung Besek Kismantoro #kknugm2017 #wonogiri #explorewonogiri

A post shared by KKN-PPM UGM 2017 Desa Bugelan (@kknbugelan) on

Masjid induk Al Iman

A post shared by KKN-PPM UGM 2017 Desa Bugelan (@kknbugelan) on

Meski kabut seenaknya datang dan pergi, namun keindahaan alam Bugelan tak tertandingi.

Day 8 KKN-PPM UGM Hari ke 23 Ramadhan 17 juni 2017 Malem minggu di desa bugelan "Bintang di langit bugelan" 📷 : @ermansatyaaa

A post shared by KKN-PPM UGM 2017 Desa Bugelan (@kknbugelan) on

Bahkan sepinya malam khas desa membuat bintang siap siaga menemani.


Desa Bugelan dibagi menjadi empat dusun yaitu Bugelan, Cabol, Setren, dan Waru. Setiap dusun terdapat sekitar tujuh sampai delapan mahasiswa yang berkegiatan di sana. Berhubung bertepatan dengan Bulan Ramadhan, kegiatan TPA pun dilakukan meskipun sudah dipertengahan bulan.

Saya dan tujuh mahasiswa ditempatkan di Dusun Bugelan. Kegiatan TPA berlangsung lancar, meskipun awalnya ada rasa malu, sungkan, dan enggan diantara kita. Satu dua anak masih menggelendot manja bersama ayah atau ibunya. Ada yang berteriak, berlari kesana kemari, bahkan sampai tidak mau mengaji. Kegiatan ini diisi dengan membaca dan menulis Iqra’, bercerita tetang kisah-kisah Islami, hafalan doa sehari-hari, dan juga bernyanyi untuk menyemarakkan suasana.

Kegiatan TPA dimulai badha’ Ashar, namun banyak diantara mereka yang datang sejak jam 1 siang. Luar biasa bukan? Untuk mengisi waktu sebelum TPA, kami melakukan kegiatan kreatif seperti mewarnai dengan pastel, ataupun mewarnai dengan kertas perca. Puas bermain, kami belajar bahasa inggris bersama. Dan ketika memasuki waktu sholat, kami akan sholat berjamaah.

Meskipun kadang mereka menjengkelkan dan kami merasa belum sepenuhnya diterima oleh mereka, tapi ada perasaan sayang yang mulai muncul diantara kita. Ini terbukti ketika kami berpamitan untuk kembali ke Jogja. Kami jelas tersedu-sedu meninggalkan mereka dengan segala tingkah polahnya. Rindu menghantui kami. Dan tak disangka mereka pun merasakan hal yang sama.

47712.jpg


Kegiatan saya selanjutnya adalah Penyuluhan, Pemilahan, dan Pengolahan Sampah di Sekolah. Masyarakat di sini belum sepenuhnya sadar tentang kebersihan lingkungan. Sasaran program ini ialah siswa-siswi sekolah di Desa Bugelan, baik SD maupun SMP.

Program ini mengajarkan tentang sampah meliputi jenis, cara pemilahan, dan cara pengolahan. Target program ini adalah seluruh siswa SD dan SMP di Desa Bugelan. Jenis sampah yang diperkenalkan ialah sampah organik dan sampah anorganik. Penyuluhan dilakukan bersamaan dengan praktik pemilahan sampah. Pemilahan sampah sendiri dipraktikkan secara langsung oleh siswa melalui permainan. Permainan yang dilakukan ialah disediakan berbagai jenis sampah lalu siswa diminta membuangnya sesuai jenis. Pengolahan sampah yang dilakukan ialah pembuatan pot tanaman. Pembuatan pot dilakukan langsung oleh siswa dengan petunjuk dan pendampingan oleh tim KKN. Pot kemudian ditanami oleh berbagai jenis tanaman yang telah disiapkan.


Sejatinya masih banyak momen tak terlupakan bersama mereka. Ini sebagian kecil yang mengandung haru ketika dibicarakan. Pengalaman dua bulan ini tak akan terlupakan, karena ada cinta dan rindu di setiap ceritanya.

 

Iklan